Home > Tips > Tips Saat Menjadi Saksi Part 1

Tips Saat Menjadi Saksi Part 1

Temukan Keterangan Berbeda, Minta Revisi BAP

Anda menjadi  saksi?Ada baiknya Anda pahami dulu hal-hal yang terkait dengan saksi. Seperti siapa saja yang bisa menjadi saksi? Bagaimana prosedur pemanggilan terhadap saksi? Juga apa hak Anda jika diperiksa sebagai saksi?

Sekarang, siapa yang bisa menjadi saksi? Pertama, sudah pasti orang yang sehat jasmani dan rohani atau dalam keadaan sehat fisik maupun psikis. Dan kedua, orang yang melihat, mendengar dan/atau mengalami langsung peristiwa kejahatan.

Namun syarat di atas bersifat kumulatif. Orang yang tidak melihat, mendengar, dan mengalami langsung peristiwa kejahatan, namun mengetahui peristiwa sebelum terjadinya kejahatan yang diduga berkaitan dan merupakan rangkaian kejahatan. Dalam KUHAP masuk dalam alat bukti “petunjuk”

Setelah mengetahui siapa yang bisa dijadikan saksi, selanjutnya Anda juga harus memahami, bagaimana prosedur pemanggilan terhadap saksi? Pertama, pemanggilan terhadap saksi dilakukan oleh penyidik (pasal 112). Kedua, surat pemanggilan harus resmi dari penyidik dan terdapat pernyataan atau tulisan “Pro Justitia”. Ketiga, surat pemanggilan harus sudah sampai pada saksi sekurang-kurangnya 3 hari sebelum pemeriksaan. Keempat, penyidik menyampaikan surat pemanggilan “sebagai saksi” dengan menyebutkan alasan pemanggilan secara jelas. (pasal 112). Dan kelima,  penyidik tidak boleh melakukan pemeriksaan terhadap saksi yang sedang menderita sakit

Setelah mengetahui proses menjadi saksi, ada hal penting lagi yang perlu Anda pahami. Apa itu? Anda  harus paham hak Anda jika diperiksa sebagai saksi? Apa saja hak-hak saksi itu? Pertama, apabila dalam surat pemanggilan terdapat ketidakjelasan status (apakah sebagai saksi atau tersangka atau sama sekali tidak ada statusnya) atau kesalahan penyebutan identitas, saksi dapat menolak pemanggilan.

Kedua, saksi yang dipanggil dapat menyatakan tidak bisa hadir asal ada alasan yang masuk akal atau patut (pasal 113). Ketiga, saksi dapat meminta pemeriksaan ditunda, dengan alasan sakit. Keempat, saksi dalam memberikan keterangan berhak mendapatkan perlakuan secara manusiawi dan tanpa ada tekanan apapun dari siapapun dan dalam bentuk apapun (pasal 117). Kelima, saksi berhak membaca dengan seksama atas Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sebelum membubuhkan tanda tangan. Keenam, apabila saksi menemukan keterangan yang ditulis dalam BAP berlainan dengan keterangan yang diberikan, maka saksi berhak meminta kepada penyidik untuk merevisi atau mengubah.

Ketujuh, apabila usulan revisi ditolak oleh penyidik saksi dapat menolak untuk menandatangani BAP. (pasal 118). Kedelapan, dalam hal saksi tidak mau membubuhkan tanda tanganya, penyidik mencatat hal itu dalam BAP dengan mencantumkan alasan. Kesembilan, saksi berhak untuk meminta waktu istirahat baik karena lelah, sholat dan atau makan. Kesepuluh, saksi berhak mendapatkan salinan BAP. Dan kesebelas, saksi dapat didampingi oleh keluargannya atau penasehat hukum.

Categories: Tips Tags: ,
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: